NILAI DALAM KEHIDUPAN

Ditulis oleh

di

    Nilai dapat berarti harkat, martabat atau harga, yaitu kualitas yang dimiliki sesuatu sehingga dia dihargai, disukai  dianggap penting atau bermartabat. Pada dasarnya nilai selalu dikaitkan dengna kualitas yang baik, bukan yang buruk. Manusia akan dihargai berdasar kualitas baik yang dia miliki. Jadi kalau disebut bernilai, artinya mempunyai kualitas yang baik. Orang yang mempunyai banyak kualitas baik akan dihargai dan dihormati sebagai orang yang bernilai, yang nasehatnya akan didengar, dijadikan contoh bahkan panutan untuk diikuti dan diteladani.

     Nilai yang paling dihargai dianggap nilai dasar. Nilai dasar adalah kualitas yang sangat/paling abstrak, sehingga sering menjadi keyakinan bahkan inti dari keyakinan seseorang. Nilai dasar akan selalu dijaga dan diselamatkan, selalu menjadi tolok ukur untuk semua kegiatan. Nilai dasar dari suatu masyarakat sering disebut sebagai nilai budaya. Sedang nilai dasar yang diyakini dan dijalani seseorang sering disebut sebagai sikap mental. Masyarakat akan menjadi kuat kalau nilai budayanya bagus. Begitu juga seseorang akan menjadi tangguh kalau sikap mentalnya bagus. Sebaliknya masyarakat dengna nilai budaya yang tidak baik akan menjadi masyarakat yang lemah dan rapuh, sebagaimana pribadi dengan sikap mental yang lemah akan terombang ambing, dan biasanya akan menjalani hidup tanpa arah yang jelas. 

    Secara sederhana, nilai (kualitas) paling dasar untuk seorang muslim adalah apa yang kita yakini sebagai rukun iman dan rukun Islam, yang sekiranya kita padatkan maka intinya adalah (1) meyakini secara sungguh-sungguh bahwa Allah itu esa dan Muhammad adalah Rasulullah; setelah itu (2) berupaya secara  sungguh-sungguh untuk mematuhi dan menjalankan hidayah Allah yang tertera dalam Al-qur’an dan hadis dalam kehidupan dan cita-cita hidup, sehingga (3) hidup menjadi berbahagia di dunia dan berbahagia di akhirat. Karena merupakan kualitas yang sangat abstrak, nilai dasar ini sering susah dipahami. Para ulama menurunkannya menjadi nilai yang kurang abstrak seperti kerja keras, disiplin, hemat, optimis, berorientasi ke  masa depan, suka belajar, menghargai orang lain, rendah hati, kaya, suka menolong, dan seterusnya. 

    Sejalan dengan uraian di atas, mungkin kita bisa merenung dan bertanya, sebagai muslim, sudahkah kita mempunyai nilai dasar yang baik? Nilai-nilai apa yang selama ini kita jalani dan perjuangkan dalam hidup kita. Apakah nilai tersebut merupakan nilai yang baik (positif) atau sebaliknya merupakan nilai yang buruk (negatif). Apakah nilai tersebut kita pilih dengan sadar dan kita pahami kenapa kita amalkan. Lebih dari itu apakah nilai yang kita amalkan itu pula yang akan kita tanamkan/wariskan kepada anak-anak dan cucu kita. Apakah keturunan yang akan menjadi pengganti dan penerus kita, telah kita bekali dengna nilai yang baik sehingga mereka menjadi kuat. Atau sebaliknya tanpa sengaja dan tanpa kita sadari mereka telah kita bekali dengan nilai yang buruk, sehingga kuat dugaan mereka akan rapuh dan lemah waktu dewasa nanti. Rela dan puaskah kita apabila nanti anak-anak kita hidup menderita karena kelengahan, ketidakpedulian ataupun kesalahan kita, baik yang disengaja tau tidka disengaja.

    Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *