Diantara pernyataan Al-quran, Allah SWT menciptakan manusia dan jin adalah untuk menyembah-Nya, untuk mengabdi dan berbakti kepada-Nya. Manusia dianggap menyembah Allah apabila menjalankan semua tuntunannya. Orang atau bangsa yang paling mulia dan terhormat di sisi Allah adalah mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang paling patuh dan paling tulus di dalam penyembahan (pengabdian)-nya. Menurut Al-qur’an, perbedaan bangsa, suku, bahasa, budaya, warna kulit dan sebagainya adalah untuk saling mengenal, bukan untuk membedakan status.
Dalam ajaran Islam seluruh gerak, tindakan, perilaku, ucapan dan bahkan niat (kata hati) adalah ibadah, yang semuanya harus dilakukan untuk mematuhi dan mendekatan diri kepada Nya. Kalau semua itu dilakukan karena dan dengan cara yang dituntunkan Allah maka pelakunya akan mendapat pahala. Sebaliknya kalau dilakukan karena atau dengan cara yang melawan tuntunan Allah maka perbuatan tersebut tidak akan mendapat pahala bahkan sebaliknya, akan diberi dosa.
Sebagai ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. ucapan dan perbuatan manusia dibagi kepada dua. Sebagiannya disebut ibadah mahdhah sedang sebagian lagi disebut ibadah ghayr mahdhah. Perbuatan yang tujuan utamanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (memperoleh pahala) serta mengagungkan dan membesarkan-Nya yang dilakukan pada waktu dan denga tata cara yang ditentukan secara relatif ketat oleh Allah SWT, oleh para ulama disebut sebagai ibadah mahdhah. Contohnya salat (fardu dan sunat), puasa (fardu dan sunat), bertasbih, bertakbir, bertahmid dan bersalawat (berzikir dan membaca wirid), dan seterusnya. Sebaliknya semua perbuatan lain yang bukan sekedar mengagungkan dan memuji Allah, tetapi mempunyai tujuan lain untuk memenuhi berbagai kepentingan disebut ibadah ghayr mahdhah. Nabi dalam hadis menyebutkan, bahwa belanja yang diberikan seseorang kepada keluarganya, baik yang wajib atau bukan adalah ibadah yang akan diberi pahala sekiranya dilakukan karena Allah SWT. Pengetahuan yang kita ajarkan kepada seseorang atau penemuan yang kita sebarkan ke tengah masyarakat, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup diri atau orang lain, atau paling kurang dapat digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat, dalam Hadis Nabi disebutkan sebagai ibadah yang pahalanya tidak aka berhenti mengalir.
Dengan demikian sekiranya pekerjaan dan kegiatan sehari-hari kita lakukan sebagai upaya untuk mematuhi dan menjalankan perintah-Nya, walaupun dengan tujuan memperoleh penghasilan yang baik, atau untuk memberikan pelayanan yang baik kepada publik, atau untuk meningkatkan kualitas diri, atau untuk menolong dan meringankan beban orang lain, oleh Allah SWT akan dianggap sebagai ibadah dan pengabdian, yang akan diberi pahala dan ganjaran. Dalam Islam semua kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan seseorang, baik yang merupakan tugas dan kewajiban ataupun bukan, akan dianggap sebagai ibadah, sekiranya mendatangkan manfaat dan tidka mendatangkan mudarat, dengan syarat dilakukan karena kepatuhan dan untuk menjalankan perintah Allah SWT
Tinggalkan Balasan